Rambut rontok?ย Klik disiniย untuk konsultasi gratis. Special discount 15% untuk pembelian 3 bulan!

Risiko Penyakit Bagi Perokok Aktif yang Harus Diwaspadai

risiko penyakit bagi perokok aktif
Hellosehat

Merokok adalah kebiasaan yang sangat sulit untuk ditinggalkan. Sebanyak 80 – 90 % orang yang pernah pernah merokok sering kali kecanduan dan sulit berhenti. Di balik kecanduan rokok yang mungkin muncul, yakni memiliki bahaya bagi kesehatan.

Satu batang rokok mengandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya seperti karbon monoksida, formaldehida, arsenik, dan sianida. Zat-zat kimia tersebut ditransfer dari paru-paru, ke aliran darah, mengubah dan merusak sel-sel di seluruh tubuh.

Bahaya rokok yang terhirup bisa berdampak buruk bagi jantung, paru-paru, otak, dan bahkan kehidupan seksual. Nah, berikut ini risiko penyakit bagi perokok aktif yang harus kamu waspadai.

Kanker Paru-Paru

Merokok adalah faktor terbesar yang bisa menyebabkan kanker paru-paru. Rokok bertanggung jawab atas 87% persen kematian akibat kanker paru-paru. Jika dibandingkan dengan penyakit kanker lain, kanker paru-paru adalah risiko penyakit bagi perokok aktif dengan angka kematian terbesar.

Merokok mempengaruhi kesehatan paru-paru karena orang yang merokok tidak hanya menghirup nikotin, tapi juga berbagai bahan kimia lain. Peluang untuk bertahan hidup dari penyakit kanker paru-paru sangatlah rendah. Menurut penelitian, hanya satu dari lima orang pasien kanker paru-paru yang dapat bertahan hidup.

Asma

Asma yang disebabkan oleh otot saluran pernapasan yang  kaku dan menyempit sehingga paru-paru teriritasi. Penderita asma akan kesulitan bernafas karena memiliki fungsi pernafasan yang sangat sensitif. Semakin banyak dan semakin lama seseorang merokok, maka semakin tinggi risiko terkena penyakit asma.

Selain kesulitan bernapas, penderita asma juga bisa mengalami nyeri dada, masalah psikologis, dan menurunnya imun tubuh. Asma merupakan penyakit jangka panjang yang sulit disembuhkan. Penyakit ini hanya bisa dikendalikan dengan melihat, mengenali dan menghindari pemicu asma. Sementara itu, merokok hanya akan memperburuk asma.

Impotensi dan kanker testis

Merokok dapat menyebabkan impotensi karena merusak pembuluh darah yang masuk ke alat kemaluan dan mengakibatkan penurunan kesuburan sebagai risiko penyakit bagi perokok aktif. Zat kimia seperti kadmium dan logam dalam rokok berpotensi merusak sperma, mengurangi jumlah sperma, dan menyebabkan kanker testis.

Kanker testis adalah tumor yang tumbuh di testis atau alat kemaluan pria. Biasanya ditandai dengan benjolan yang disertai nyeri pada salah satu testis. Perokok berat yang merokok 20 batang atau lebih setiap harinya memiliki risiko lebih tinggi atas penyakit ini. Penelitian menemukan bahwa setelah enam bulan berhenti merokok, lebih dari 50% melaporkan peningkatan kinerja seksualnya.

Stroke

Perokok aktif memiliki risiko terserang stroke lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Kandungan asap rokok yakni karbon monoksida dan nikotin sangat berbahaya bagi kesehatan. Menghirupnya dapat mengurangi jumlah oksigen dalam darah tubuh dan membuat jantung berdetak lebih cepat. Hal ini akan meningkatkan tekanan darah yang berisiko stroke.

Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak tertutup. Sel-sel otak yang kekurangan oksigen akan mulai mati saat arteri dalam tubuh perokok terpengaruh. Stroke dapat menyebabkan kelumpuhan, kerusakan otak, bahkan kematian. Butuh waktu setidaknya lima tahun berhenti merokok untuk terhindar dari risiko stroke. Berhenti merokok adalah jawaban terbaik untuk terhindar dari stroke dan penyakit lainnya.

Katarak

Jika ingin tahu tingkat dan berapa lama seseorang merokok, perhatikanlah matanya. Perokok berat akan memiliki mata merah, kuning, dan selalu terlihat lelah dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Para dokter, ahli kesehatan, dan peneliti percaya bahwa rokok turut berkontribusi dalam penyakit-penyakit mata, seperti katarak, degenerasi makula, bahkan kebutaan.

Penelitian telah menemukan bahwa perokok memiliki kemungkinan risiko terkena katarak dua kali lipat lebih tinggi ketimbang orang yang tidak merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko katarak dengan menambahkan oksidatif pada lensa mata. Katarak menyebabkan penglihatan kabur, warna pudar, dan meningkatnya kepekaan terhadap cahaya matahari.

Jika sudah mulai mencari jalan keluar untuk mengurangi konsumsi rokok, preskripsi dari dokter untuk konsumsi nicotine gum dan nicotine patch bisa membantu. Meski belum populer di Indonesia, solusi ini bisa membantu kebiasaan yang berisiko tinggi ini.

Risiko penyakit bagi perokok aktif akan berdampak langsung pada kesehatan. Tak hanya itu, kamu juga perlu mewaspadai risiko yang bisa berdampak pada orang di sekitar sebagai perokok pasif. Jadi, segera waspadai risiko penyakit bagi para perokok aktif.

Keranjangmu masih kosong

Yuk diisi dengan produk-produk andalan kamu!