Special discount 15% untuk pembelian produk 3 bulan!
Sex

Penyakit Peyronie, Penyebab dan Cara Menyembuhkan

penyakit peyronie
urologyforyou. Dr. Leonid Kotkin

Penyakit Peyronie adalah ketika pria mengalami gangguan saat ereksi karena bentuk penis yang bengkok. Meski bentuk penis pria memang bermacam-macam, namun penyakit ini tidak boleh disepelekan. Peyronie juga menyebabkan rasa sakit yang signifikan bagi pria. 

Pria yang mengidap penyakit ini biasanya tetap bisa melakukan hubungan intim seperti biasanya. Namun, pada beberapa kasus kelainan alat kelamin pria ini, pengidapnya bisa menyebabkan rasa sakit dan disfungsi ereksi.

Penyakit ini bisa meningkat salah satunya dengan seiring bertambahnya usia. Peyronie dapat menyerang pria di atas 55 tahun. Peyronie bisa juga terjadi karena adanya riwayat keluarga. Selain komplikasi, jika tidak ditangani dengan tepat ini akan menimbulkan stres, karena akan berujung tidak bisa melakukan hubungan intim dengan pasangan. 

Gejala Penyakit Peyronie

Gejala penyakit peyronie bisa muncul tiba-tiba, atau bisa saja bekembang secara bertahap, meliputi:

  • Penis yang bengkok dapat melengkung ke atas, bawah, atau ke salah satu sisi.
  • Ada jaringan parut atau plak di bawah lapisan kulit penis. Plak seperti benjolan. 
  • Ukuran penis menjadi lebih pendek
  • Nyeri pada penis, saat ereksi maupun tidak ereksi

Selanjutnya, kondisi tersebut bisa memengaruhi ereksi atau disfungsi ereksi lalu sulit untuk mempertahankan ereksi. Terakhir, Rasa sakit tidak hanya terasa ketika penis sedang ereksi, namun juga saat penis tidak mengalami ereksi.

Penyebab Penyakit Peyronie

Hingga saat ini belum diketahui persis apa penyebab penyakit ini. Namun, salah satu pemicunya ditengarai karena adanya cedera pada pembuluh darah di penis yang terjadi terus-menerus. Cedera itu bisa terjadi saat berolahraga maupun saat berhubungan seks. Cedera ini mengakibatkan pendarahan dalam penis.

Pada beberapa kasus lainnya, penyakit Peyronie dikaitkan dengan gen. Jadi, kombinasi cedera dan gen bisa membuat seorang pria berisiko mengalami penyakit ini. Beberapa obat-obatan juga memiliki efek samping berupa penyakit Peyronie.

Selain itu, penyakit ini bisa juga terjadi karena adanya autoimun. Sistem kekebalan tubuh sudah seharusnya melindungi tubuh dari infeksi, dan membunuh virus yang membahayakan. Jika autoimun, sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel-sel yang tumbuh sehat jadi penyakit Peyronie dapat mengembangkan sel lilin pada penis yang cedera dan menyebabkan radang dan bekas luka.

Apakah Peyronie bisa membuat penis menjadi lebih pendek?

Jaringan parut akan menumpuk di dalam membran putih. Jaringan parut itu akan semakin menebal, lalu penis akan bengkok ke atas atau ke samping. Hal ini lah yang membuat penis terlihat semakin pendek, sebab adanya plak tersebut. 

Apa yang harus dilakukan apabila terdapat gejala peyronie?

Untuk mengetahuinya, sebaiknya Anda menghubungi dokter. Dokter akan menanyakan riwayat penyakit pasien, salah satunya apabila ada cedera pada penis. Untuk melihat jaringan parut, dokter juga akan melakukan rontgen atau USG. 

Pengobatan penyakit peyronie bisa dilakukan dengan obat-obatan atau opsi paling terakhir adalah dengan bedah. Ini akan dilakukan jika kondisi penis sudah semakin parah, apalagi jika pasien tidak bisa melakukan hubungan intim. Namun, jangan khawatir, sebelum mengambil opsi ini, dokter akan melihat kondisi penyakit ini. Bila belum berlangsung selama 1 tahun, opsi ini tidak disarankan. Dokter tidak akan mengambil tindakan jika:

  • Kebengkokkan pada penis tidak begitu parah dan tidak memburuk.
  • Pengidap masih dapat ereksi dan berhubungan seksual tanpa rasa nyeri.
  • Pengidap tidak mengalami disfungsi ereksi.

Cara mencegah penyakit Peyronie

Anda bisa mempertahankan gaya hidup sehat dengan olahraga secara benar dan tepat. Jangan terlalu banyak minum alkohol serta merokok. Hindari pula obat perangsang dan obat-obatan terlarang. 


Keranjangmu masih kosong

Yuk diisi dengan produk-produk andalan kamu!