Special discount 15% untuk pembelian produk 3 bulan!

5 Penyebab Kulit Kepala Gatal

kulit kepala gatal
Unsplash

Kulit kepala gatal mungkin terlihat seperti kondisi yang sepele. Saat kulit kepala terasa gatal, umumnya orang cuma akan menggaruknya dan berharap rasa gatal bisa hilang dengan sendirinya. Namun, kalau rasa gatal pada kulit kepala tak kunjung hilang, bisa jadi ada faktor tertentu yang menyebabkannya. Atau bisa juga kulit kepala yang gatal tersebut merupakan gejala dari kondisi yang lebih parah. Oleh sebab itu, coba kenali berbagai penyebab kulit kepala gatal berikut ini.

Ketombe

Jika rasa gatal pada kulit kepala diikuti dengan kondisi kering dan munculnya serpihan-serpihan putih pada rambut, kemungkinan besar penyebab kulit kepala gatal adalah ketombe. Pada kulit kepala, terdapat jamur alami yang menyerap minyak hasil produksi folikel rambut. Hal ini sebetulnya bukanlah masalah. Sayangnya, pada beberapa kasus, jamur tersebut bersifat over reaktif sehingga membuat kulit kepala jadi iritasi dan mengeluarkan lebih banyak sel kulit mati. Sel kulit mati yang keluar dan bercampur dengan minyak dari folikel rambut pun membentuk ketombe.

Reaksi alergi terhadap produk tertentu

Salah menggunakan produk perawatan rambut bisa mengiritasi kulit kepala dan folikel rambut sehingga menyebabkan rasa gatal. Produk yang dimaksud bukan hanya mencakup sampo, tapi juga bisa conditioner, hair gel, pewarna rambut, hingga wax. Umumnya, kulit kepala gatal akibat reaksi alergi ini tidaklah parah dan iritasinya pun bersifat sementara.

Namun, kalau iritasi terus berlanjut, kerusakan pada folikel rambut akan semakin parah hingga menyebabkan rambut rontok. Apabila kondisinya seperti ini, sebaiknya kamu langsung menghentikan pemakaian produk tersebut dan berganti ke merek lain.

Psoriasis

Psoriasis adalah suatu penyakit autoimun yang dapat menyebabkan kulit kepala jadi kemerahan, bersisik, dan terasa gatal. Kalau kamu menggaruk rasa gatal tersebut, bisa-bisa membuat kerak kering pada luka kulit kepala terkelupas sehingga rambut ikut rontok. Sayangnya, sampai sekarang para ahli belum bisa menemukan penyebab pasti dari psoriasis ini. Namun, risiko untuk terkena psoriasis akan relatif lebih besar apabila ada anggota keluarga yang juga pernah mengalami kondisi sama.

Kutu rambut

Kamu tidak punya masalah ketombe ataupun sedang menggunakan produk baru, tapi kulit kepala tetap terasa gatal. Wah, bisa jadi penyebabnya adalah kutu rambut. Apabila melihat rambut yang berkutu dari dekat, kamu bakal menemukan telur-telur kutu yang menempel pada helai-helai rambut. Karena ukurannya yang sangat kecil, telur-telur tersebut pun terlihat seperti ketombe.

Namun, mereka cenderung lebih sulit dihilangkan karena menempel pada batang rambut. Selain itu, terkadang kamu juga bisa melihat kutu bergerak di area kulit kepala. Anehnya, kutu pada rambut justru cenderung lebih susah ditemukan daripada telur-telurnya.

Tinea capitis

Disebut juga dengan ringworm, tinea capitis adalah infeksi jamur yang menyerang kulit kepala, khususnya folikel rambut. Melemahnya kondisi folikel rambut pun menyebabkan kerontokan. Akibatnya, muncul spot kebotakan pada kulit kepala di area tertentu. Biasanya, tinea capitis juga disertai dengan rasa gatal dan ruam kemerahan. Untuk mengatasinya, kamu dianjurkan langsung berkunjung ke dokter mengingat obat untuk menyembuhkan tinea capitis idealnya harus disertai dengan resep dokter.

Kulit kepala gatal memang kondisi yang sangat wajar terjadi. Walaupun begitu, kamu tetap tidak boleh meremehkannya, apalagi jika rasa gatal tersebut terjadi terus menerus. Agar hal tersebut tidak terjadi pada kamu, pastikan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan rambut serta kulit kepala.

Cuci rambut dengan sampo yang mengandung zat aktif untuk membantu pertumbuhan rambut secara sehat dan kuat. Daily Shampoo dari Newman’s, misalnya, mengandung niacin, saw palmetto, dan rosemary oil yang telah terbukti mampu mempromosikan pertumbuhan rambut. Kamu bisa mendapatkannya di newmans.id, ya!

Keranjangmu masih kosong

Yuk diisi dengan produk-produk andalan kamu!