Rambut rontok?ย Klik disiniย untuk konsultasi gratis. Special discount 15% untuk pembelian 3 bulan!
Sex

Gejala Disfungsi Ereksi yang Harus Kamu Ketahui

Gejala Disfungsi Ereksi

Penyakit disfungsi ereksi bisa muncul pada siapa pun. Entah itu pria lanjut usia, ataupun kamu yang masih berada di usia produktif. Disfungsi ereksi atau yang juga dikenal dengan nama impotensi, memang bukan tergolong sebagai penyakit yang berbahaya. Namun, disfungsi ereksi bisa menjadi tahap awal dari timbulnya penyakit-penyakit lain yang lebih serius.

Disfungsi ereksi bisa muncul secara tiba-tiba ataupun bertahap. Jadi sebagai bentuk pencegahan, alangkah lebih baiknya bila kamu mengetahui gejala-gejala yang muncul saat menderita disfungsi ereksi. Simak penuturan tentang gejala disfungsi ereksi disini.

Gejala Disfungsi Ereksi


Gejala utama disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk ereksi atau ketidakmampuan mempertahankan ereksi sampai kegiatan seks berakhir atau saat sedang mendapatkan rangsangan seksual. Jika penyebabnya psikologis, ini mungkin diakibatkan karena kecemasan, perubahan mood, depresi, insomnia, dan kekhawatiran tentang kinerja seksual. Seperti yang sudah dijelaskan di paragraf awal, gejalanya bisa langsung muncul ataupun bertahap.

Berikut ini beberapa gejala disfungsi ereksi yang patut kamu ketahui:


Menurunnya Gairah Seksual


Penurunan gairah seksual yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan seperti disfungsi ereksi. Namun masalah kesehatan seperti kurang istirahat, diabetes, dan gangguan saraf, juga bisa menjadi penyebab menurunnya gairah seksual.


Sulit Mempertahankan Ereksi


Disfungsi ereksi atau impotensi akan mengakibatkan laki-laki sulit untuk menjaga penisnya tetap ereksi saat berhubungan seksual.


Gangguan Ejakulasi


Kondisi ini menyebabkan laki-laki mengalami ejakulasi terlalu cepat (ejakulasi dini) atau justru terlalu lama saat berhubungan seksual.


Mengalami Anorgasmia


Anorgasmia adalah bentuk disfungsi seksual yang ditandai dengan ketidakmampuan penderita untuk mencapai orgasme meskipun mendapatkan stimulasi yang cukup. Anorgasmia juga dapat dikaitkan dengan jeda lama yang dibutuhkan untuk mencapai titik orgasme.

Selain itu, ada beberapa keadaan yang dapat berkaitan dengan disfungsi ereksi, seperti gangguan psikologis (kecemasan dan depresi), bentuk penis yang tidak normal, ukuran penis yang kecil, dan tekanan darah tinggi. Akan tetapi, gejala ini belum tentu dialami oleh semua penderita disfungsi ereksi.

Apabila kamu mengalami gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya kamu langsung konsultasi dengan dokter spesialis. Kenapa? Karena disfungsi ereksi bisa menjadi tanda akan penyakit lain, seperti diabetes atau penyumbatan pembulu darah.

Penyakit disfungsi ereksi juga bisa berdampak buruk pada tingkat kepercayaan diri kamu. Jadi daripada impotensi kamu semakin memburuk, lebih baik segera konsultasi ke dokter dan mendapatkan preskripsi obat yang wajib kamu konsumsi.


Referensi
https://medlineplus.gov/erectiledysfunction.html
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776

Keranjangmu masih kosong

Yuk diisi dengan produk-produk andalan kamu!