Special discount 15% untuk pembelian produk 3 bulan!

Yuk, Berhenti Merokok Agar Kurangi Risiko Terpapar Covid-19

berhenti merokok untuk cegah corona
Sumeks

Beberapa waktu lalu, perokok dikabarkan menjadi satu di antara kelompok yang rentan terpapar virus Covid-19. Bagi Kamu yang sudah memutuskan berhenti merokok ini bisa menjadi kabar baik. Namun, bagaimana apabila Kamu menjadi bagian dari kelompok tersebut? Seperti apa kaitan antara Covid-19 dan perilaku merokok?

Belum lama ini, World Health Organization (WHO) mengeluarkan pernyataan yang lebih spesifik untuk mengingatkan masyarakat Indonesia antara kaitan perilaku merokok dan virus Covid-19. Menurut WHO, kemunculan virus Covid-19 adalah saat yang tepat bagi seseorang untuk berhenti merokok

Penyebabnya karena penggunaan tembakau rokok dapat memperparah gejala virus Covid-19 menyerang anggota tubuh, khususnya bagian paru-paru. Misalnya, ketika virus Covid-19 menyerang paru-paru yang sudah rusak akibat adanya aktivitas merokok, serangan tersebut akan menimbulkan dampak yang lebih parah.

Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman, Prof.Dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK (K), beberapa waktu lalu, juga mengungkapkan kaitan antara rokok dan virus Covid-19 terjalin melalui kandungan di virus yang ‘menyukai’ sel-sel di tubuh perokok. Pada perokok, sel tubuh ACE2 dan CD209 sangat menonjol sehingga membuat virus akan semakin cepat bekerja karena reseptornya banyak. 

Berikut ini adalah beberapa alasan lain yang menyebabkan perokok akan lebih rentan mengalami penyakit Covid-19:

Gangguan sistem imunitas saluran pernapasan

Virus Covid-19 akan semakin berbahaya apabila imunitas seseorang rendah. Berbicara soal masalah imunitas saluran pernapasan, biasanya ada dua hal utama yaitu adanya gangguan silia dan pengaruh sel imunitas tubuh. 

Silia memiliki fungsi penting dalam mekanisme penyaringan udara yang dihirup oleh seseorang untuk mengeluarkan kotoran yang tersaring. Nah, kebiasaan merokok dianggap dapat melemahkan fungsi silia dalam tubuh untuk bekerja hingga 50% hanya dengan dua sampai tiga kali hisapan asap rokok. 

Lantaran fungsi silia dalam tubuh mengalami gangguan, sel imunitas tubuh pun akan terpengaruh. Penyebabnya karena muncul banyak dahak yang biasanya diisi banyak kuman. Hal tersebut pun membuat risiko infeksi pernapasan bagi seorang perokok semakin besar apabila terjangkit virus Covid-19.

Peningkatan regulasi reseptor ACE 2

Beberapa hasil riset menemukan fakta, perokok atau pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) memiliki Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE2) lebih tinggi pada saluran pernapasan bawah. Adapun ACE 2 merupakan enzim yang menempel pada permukaan luar sel-sel beberapa organ tubuh, seperti paru-paru, arteri, jantung, ginjal dan usus.

Berdasar beberapa hasil penelitian, Virus Covid-19 pun diyakini dapat masuk ke dalam sel inang dengan cara berikatan dengan ACE 2. Hal ini juga terjadi saat terjadi wabah kasus SARS dengan virus SARS-Cov. Kedua virus tersebut memiliki cara yang sama menginfeksi sel inangnya melalui ACE2. 

Oleh karena itu, kebiasaan merokok tentu akan meningkatkan risiko mengalami penyakit Covid-19. Bahkan, menurut beberapa penelitian, hal ini terjadi tidak hanya pada rokok tembakau, tetapi juga rokok lain seperti Vape dan Shisha, misalnya.

Komplikasi penyakit 

Informasi merokok dapat membahayakan paru-paru serta organ vital lainnya seperti jantung bukan hal baru. Kondisi-kondisi seperti bronkitis kronis, emfisema, bahkan kanker paru-paru akan menurunkan fungsi paru-paru untuk mengambil oksigen dari udara. Bila terjadi infeksi virus Covid-19, fungsi paru-paru akan semakin menurun sehingga penderitanya sangat berisiko mengalami sesak napas yang bisa berakibat fatal. 

Adanya penyakit-penyakit tersebut akan membuat sistem imunitas sulit melawan virus Covid-19 yang masuk. Akibatnya, virus semakin mudah berkembang biak dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada saluran pernapasan dan paru-paru. Hal inilah yang menyebabkan perokok lebih berisiko mengalami komplikasi akibat virus Covid-19. 

Kebiasaan memegang mulut

Salah satu kebiasaan yang tidak disadari para perokok adalah aktivitas mereka selalu memegang mulut saat merokok. Hal ini tentu sangat berbahaya di tengah kondisi pandemi virus Covid-19 yang sedang mewabah. Memegang mulut menjadi salah satu media transmisi penularan virus yang efektif. 

Oleh karena itu, di tengah kondisi seperti sekarang, sebaiknya Kamu berpikir ulang untuk merokok. Selain karena memiliki potensi kesehatan, merokok juga akan semakin memperbesar risiko Kamu terhadap penularan virus Covid-19. 


Keranjangmu masih kosong

Yuk diisi dengan produk-produk andalan kamu!