Rambut rontok?ย Klik disiniย untuk konsultasi gratis. Special discount 15% untuk pembelian 3 bulan!

Bahaya yang Mengintai Anda jika Menjadi Perokok Pasif

bahaya perokok pasif
Lawan Kanker

Pernah merasa jengkel saat berada di sekitar perokok? Harap waspada ya, karena Anda justru bisa menjadi perokok pasif yang menurut beberapa penelitian justru memiliki risiko lebih berbahaya daripada perokok aktif. 

Menurut penelitian Rumah Sakit Persahabatan pada 2014, misalnya, yang menemukan kadar karbon dioksida atau CO2 dari beberapa ibu rumah tangga yang tidak merokok. Angka tersebut mencapai dua kali lipat dibandingkan dari beberapa responden yang benar-benar tidak terpapar saat melakukan penelitian. 

Pada salah satu acara 2019, Dokter Spesialis Paru dan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto, pun memaparkan kadar nikotin dalam urine perokok pasif bisa berkali-kali lipat lebih tinggi daripada mereka yang tidak terpapar. Hal ini tentunya harus mendapatkan perhatian serius. 

Seseorang biasanya menjadi perokok pasif setelah mengalami efek dari asap rokok yang dihembuskan ke udara oleh perokok. Asap rokok tersebut dapat bertahan hingga 2,5 jam, sehingga tanpa disadari mereka sudah tercemar. Meski bentuk dan bau asap rokok sudah hilang, namun ribuan zat berbahaya di dalam asap tersebut diyakini dapat memicu kanker dan masalah-masalah kesehatan lainnya.

Dampak perokok pasif berdasar kategori usia

Dewasa

Jika sudah berusia dewasa, risiko penyakit seperti paru-paru dan kanker bisa meningkat hingga mencapai 25% ketika Anda menjadi perokok pasif. Selain itu, Anda pun dapat mengalami penyakit jantung karena asap rokok yang Anda hirup dapat masuk ke dalam tubuh sehingga membuat jalur arteri darah mengalami pengerasan atau aterosklerosis.

Wanita hamil

Wanita hamil pun mengalami risiko besar saat menjadi perokok pasif. Tidak hanya berbahaya bagi sang ibu, kesehatan janin dalam kandungan pun dapat terkena dampak. Oleh karena itu, sebaiknya ketika ada anggota keluarga yang sedang hamil, kegiatan merokok diberhentikan untuk meminimalisasi hal tersebut. 

Anak-anak

Selain orang dewasa dan ibu hamil, anak-anak juga tidak luput dari bahaya menjadi perokok pasif. Hal ini terjadi karena biasanya para bapak atau orang tua yang tidak menjaga kebersihan tubuh setelah merokok lalu berinteraksi dengan anak-anak mereka. 

Semakin sering anak terpapar asap rokok, risiko mengalami penyakit pun semakin besar. Beberapa gejala yang sering terjadi di antaranya batuk, pilek, asma, gangguan ISPA pada telinga, pneumonia, hingga meningitis. Selain itu, pertumbuhan anak-anak pun dapat terganggu jika mereka menjadi perokok pasif. 

Bagaimana mencegahnya?

Ada beberapa cara pencegahan agar Anda atau sanak keluarga tidak menjadi perokok pasif. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah berusaha meminta perokok aktif tidak melakukan aktivitas merokok di tempat umum. Bilang kepada mereka agar merokok di tempat yang telah disediakan. 

Selain itu, usahakan agar rumah Anda bebas dari asap rokok. Apabila ada anggota keluarga yang merokok, beritahu sebaiknya kegiatan tersebut dilakukan di luar rumah. Ketika masuk, ingatkan mereka untuk membersihkan badan terlebih dulu dengan mandi sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain. 

Apabila Anda sedang berpergian ke tempat umum seperti kafe, usahakan meminta tempat yang bebas asap rokok. Biasanya, beberapa kafe menyediakan tempat khusus bagi para perokok aktif untuk tidak mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya. 

Anda juga bisa menggunakan masker apabila benar-benar ingin terhindar dari bahaya asap rokok di luar rumah. Dengan melakukan beberapa langkah ini, Anda pun secara tidak langsung akan menyadarkan beberapa perokok pasif bahwa kegiatan yang mereka lakukan sangat tidak baik bagi kesehatannya. 

Keranjangmu masih kosong

Yuk diisi dengan produk-produk andalan kamu!