Rambut rontok?ย Klik disiniย untuk konsultasi gratis. Special discount 15% untuk pembelian 3 bulan!

Bahaya Kandungan Vape yang Dapat Merugikan Kesehatan Anda

Bahaya kandungan vape
Hipwee

Saat ini, vape atau rokok elektrik masih menjadi idola di beberapa kalangan masyarakat yang menganggap merokok tembakau lebih membahayakan bagi kesehatan. Padahal, faktanya, vape justru memiliki risiko kesehatan yang besar pula. 

Awalnya, vape digunakan untuk membantu para pecandu rokok tembakau untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Namun, seiring perjalanannya, tetap saja, pengguna vape semakin meningkat karena beberapa alasan, mulai dari kebiasaan gaya hidup hingga sekadar hanya ingin ikut-ikutan tren belaka. 

Selain itu, bagi setiap orang yang pernah menggunakan vape biasanya merasa aroma yang dihasilkan rokok elektrik lebih menyenangkan karena terdapat beberapa macam aroma, seperti buah-buahan, hingga cokelat. Mereka menganggap aroma tersebut lebih “baik” ketimbang yang dihasilkan asap rokok tembakau. 

Padahal, dari segi kesehatan, hal tersebut sama saja karena memiliki risiko berbahaya bagi tubuh. Belum lagi dengan adanya tambahan baterai, cartridge, dan elemen pemanas yang biasanya terdapat dalam botol vape. 

Lantas, apa saja bahaya dari bahan-bahan yang terkandung dalam vape dan bagaimana efek kesehatan bagi tubuh yang perlu Kamu ketahui? Simak penjelasan hal tersebut melalui artikel di bawah ini. 

Propilen Glikol

Di setiap vape terdapat kandungan yang bernama Propilen Glikol atau biasa disebut gliserin. Kandungan ini berfungsi untuk menghasilkan uap yang nantinya akan menyerupai asap ketika dihembuskan oleh mulut. 

Menurut beberapa penelitian, efek dari terlalu banyak menghirup gliserin ini justru dapat membahayakan kesehatan karena dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan. Selain itu, beberapa orang pun memiliki daya tahan berbeda terhadap potensi iritasi gliserin ini sehingga dapat berakibat tidak baik bagi kesehatan.

Nikotin

Jangan pernah berpikir dengan menggunakan vape, tubuh Kamu tidak akan dimasuki oleh nikotin yang juga terdapat dalam rokok tembakau. Nikotin merupakan salah satu zat yang memiliki efek adiktif bagi para penggunanya. 

Meski dianggap kandungan nikotin lebih rendah, jika dikonsumsi lebih sering tentu efeknya akan sama saja bagi kesehatan. 

Tobacco-Specific Nitrosamine (TSNA)

Di dalam vape juga terdapat kandungan bahan Tobacco-Specific Nitrosamine (TSNA) yang menurut beberapa penelitian dapat menyebabkan kanker atau karsinogen. Efek ini sama dengan yang ditemukan dalam rokok tembakau. 

Meski dalam kadar tidak sebanyak rokok tembakau, senyawa TSNA ini sangat berbahaya bagi tubuh jika sering dikonsumsi. Apalagi, terkadang ada pengguna yang dengan sengaja memiliki kadar nikotin besar, sehingga secara tidak langsung kandungan kadar TSNA pun akan semakin tinggi. 

Bahaya menggunakan vape

Secara umum, bahaya vape bisa dibilang hampir sama dengan rokok tembakau. Lantaran adanya zat nikotin dalam vape, seseorang dapat mudah marah, cemas, hingga merasa kecanduan menggunakannya. 

selain itu, mengonsumsi nikotin dalam jumlah banyak juga dapat mengganggu fungsi otak. Belum lagi adanya risiko keracunan lantaran zat penambah rasa yang biasanya menjadi salah satu “andalan” vape. 

Menghirup atau sekadar menyentuh liquid vape pun dapat menjadi racun saat terserap melalui permukaan kulit atau mata. Jadi, apabila dibandingkan dengan rokok tembakau, vape juga memiliki potensi cukup tinggi untuk mengganggu kesehatan Kamu.

Risiko terakhir adalah adanya potensi mengalami kecelakaan. Beberapa waktu lalu, sering kita dengar sejumlah orang mendatangi rumah sakit karena rokok elektriknya terbakar atau meledak saat digunakan. 

Hal ini sangat wajar, karena vape dirancang dengan sistem elektronik dan memiliki baterai beraliran listrik. Menurut beberapa kejadian, hal tersebut terjadi karena vape cukup sering digunakan atau kualitas baterai yang tidak bagus. Penggunaan charger pun dianggap memperbesar risiko kecelakaan tersebut. 

Memang beberapa produsen vape ada yang menawarkan perlindungan anti panas pada produknya. Namun, dengan melihat beberapa risiko kesehatan hingga kecelakaan di atas, Kamu tentu tidak ingin mengambil risiko tersebut, bukan?  

Keranjangmu masih kosong

Yuk diisi dengan produk-produk andalan kamu!