Special discount 15% untuk pembelian produk 3 bulan!

Bahaya! Inilah 5 Efek Buruk Sering Gonta-Ganti Shampo

bahanya-gonta-ganti shampo
Manofmany

Memilih shampo yang sesuai dengan kulit kepala bisa dibilang susah-susah gampang. Kadang kala, kamu harus bergonta-ganti produk shampo untuk menemukan satu yang terbaik. Hal ini menimbulkan dilema, apakah gonta-ganti produk shampo itu aman untuk dilakukan? Menanggapi hal tersebut, ada dua perbedaan pendapat dari para ahli. Ada yang berpendapat kalau gonta-ganti produk shampo boleh-boleh saja untuk dilakukan. Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa kebiasaan gonta-ganti produk shampo justru akan memicu kerusakan pada rambut. Disebutkan pula bahwa bergonta-ganti produk shampo cukup berbahaya karena dapat menyebabkan kerontokan rambut, memunculkan ketombe, hingga dermatitis pada kulit kepala. Namun, kamu perlu ingat bahwa resiko ini memiliki peluang yang berbeda-beda pada masing-masing orang. Berikut ini beberapa efek negatif dari kebisaan bergonta-ganti produk shampo.

Rambut Rontok 

Bahaya lain yang ditimbulkan dari kebiasaan ganti shampo adalah kerontokan rambut. Kerontokan rambut bisa terjadi sebagai dampak dari zat kimia pada shampo yang banyak terserap oleh rambut. Akibatnya, rambut yang tadinya lebat sedikit demi sedikit akan mengalami penipisan, menjadi rapuh, dan mudah rontok. Jika masalah kerontokan rambut tersebut tidak segera ditangani, maka penampilan kamu pun bisa terganggu karenanya. 

Jika kamu mengalami masalah kerontokan rambut setelah mengganti shampo, maka sebaiknya kamu harus menghentikan kebiasaan gonta-ganti produk shampo dan kembali menggunakan shampo yang ramah sesuai kebutuhan rambut kamu.

Muncul Ketombe 

Ketombe juga bisa muncul sebagai akibat dari seringnya kamu melakukan kebiasaan ganti shampo. Kebiasaan gonta-ganti produk shampo memang menjadi penyebab yang paling umum yang menyebabkan masalah ketombe di kulit kepala. Apabila hal ini tidak segera ditangani, maka sel-sel kulit yang mati akan menumpuk di kulit kepala sehingga kamu mengalami ketombe yang parah dan berkepanjangan. 

Semakin sering kamu menggonta-ganti produk shampo, maka kulit kepala kamu akan menjadi kering dan terkelupas. Sel kulit yang mati kemudian menggumpal dan menjadi serpihan ketombe. Apabila ketombe sampai berjatuhan, tentu saja rasa percaya diri kamu akan berkurang.

Kulit Kepala Menjadi Lelah 

Efek buruk yang juga bisa terjadi karena sering bergonta-ganti produk shampo adalah kulit kepala menjadi lelah. Semakin sering kamu bergonta-ganti produk shampo, maka kulit kepala harus selalu beradaptasi dengan produk yang digunakan. Memaksakan kulit kepala untuk terus beradaptasi dengan banyak produk shampo akan membuat kulit kepala berusaha lebih keras untuk beradaptasi dengan produk shampo yang kamu gunakan. Hal ini yang akhirnya membuat kulit kepala menjadi lelah. 

Kondisi semacam ini akan membuat pertumbuhan rambut menjadi kurang optimal. Hal ini tentu saja akan mengurangi keindahan rambut kamu.  Bisa saja rambut kamu menjadi kering, bercabang, ataupun lepek.

Infeksi Kulit Kepala (Dermatitis Kulit Kepala)

Salah satu dampak negatif akibat sering ganti shampo adalah infeksi kulit kepala atau biasa disebut dermatitis kulit kepala. Hal ini bisa terjadi jika shampo yang digunakan mengandung parfum, pewarna buatan, dan bahan-bahan lain yang membuat kulit iritasi. Gejala dari dermatitis kulit kepala adalah munculnya rasa gatal, kemerahan, hingga munculnya kulit kepala yang mengelupas atau ketombe. 

Dermatitis kulit kepala juga bisa disebabkan oleh perubahan kelembaban, stres, menggaruk kulit kepala secara berlebihan, dan bahkan perubahan musim. Kondisi ini biasanya dimulai dengan ketombe ringan pada area tertentu di kulit kepala dan akhirnya seluruh kulit bisa tertutup dengan ketombe. 

Dermatitis Seboroik 

Dermatitis seboroik hampir sama dengan dermatitis kulit kepala, bedanya dermatitis seboroik membuat kulit kepala menguning atau putih. Penyakit ini juga terjadi pada area kulit lain yang banyak mengandung kelenjar lemak seperti wajah, dada, dan juga punggung. 

Penyakit kulit ini sebenarnya tidak hanya terjadi karena kamu sering ganti shampo saja. Sebagian orang mengalami dermatitis seboroik karena menggunakan obat-obatan tertentu yang bisa memicu terjadinya kondisi ini. 

Untuk mengobati masalah kulit ini, kamu harus berobat langsung ke dermatologis atau dokter kulit. Jika penyakit ini dibiarkan, dikhawatirkan akan menyebabkan kondisi yang lebih parah dan bahkan membuat rambut mengalami kerontokan. 

Jadi Bolehkah Bergonta-ganti Shampo? 

Masing-masing orang punya kondisi & jenis rambut yang berbeda-beda. Karena itulah, setiap orang pun punya reaksi yang berbeda saat menggunakan produk perawatan rambut atau shampo. Ketika kamu sudah merasa cocok dengan produk shampo yang kamu gunakan saat ini, maka kamu tidak perlu lagi ganti shampo. Apabila selama ini kamu sudah terbiasa gonta-ganti produk shampo dan ternyata hal tersebut tidak mempengaruhi kondisi rambut kamu, maka kamu boleh melanjutkan kebiasaan ini. 

Namun, jika ternyata selama kamu gonta-ganti produk shampo atau menggunakan produk shampo baru ada efek buruk yang kamu rasakan, seperti misalnya terjadi iritasi pada kulit kepala, rambut mengalami kerontokan, gatal-gatal, atau kemerahan, maka sebaiknya kamu menghentikan kebiasaan tersebut. 

Demikianlah ulasan mengenai beberapa efek buruk yang terjadi akibat terlalu sering ganti shampo. Efek buruk yang ditimbulkan karena kebiasaan gonta-ganti produk shampo jelas akan sangat mengganggu. Karena itu, daripada kamu bergonta-ganti produk shampo, lebih baik kamu menggunakan shampo yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan rambut kamu.

Keranjangmu masih kosong

Yuk diisi dengan produk-produk andalan kamu!