Special discount 15% untuk pembelian produk 3 bulan!

Bahaya! Ini Efek Ketombe Jika Tidak Diobati

efek rambut ketombe
@minan1398

Ketombe memang sudah menjadi salah satu permasalahan rambut dan kulit kepala yang umum terjadi. Mungkin juga ini yang menyebabkan banyak orang jadi cenderung menyepelekan masalah ketombe, sehingga mereka pun tidak mengambil langkah serius untuk mengatasinya. Padahal, jika dibiarkan dan tetap tidak diobati, efek ketombe bisa membuat kondisi rambut dan kulit kepala kamu jadi semakin parah!

Kulit Kepala Gatal-Gatal

Pada kondisi yang tidak parah, efek ketombe bisa menyebabkan kulit kepala kamu terasa gatal. Hal ini bisa terjadi karena ketika kamu mengalami masalah ketombe, kulit kepala mengeluarkan sel-sel kulit mati dalam jumlah banyak. Nah, sel-sel kulit mati inilah yang menyebabkan kulit kepala kamu jadi gatal-gatal. Apabila terus dibiarkan, tentunya rasa gatal ini bakal membuat kamu tidak nyaman sehingga memengaruhi kelancaran aktivitas sehari-hari.

Rambut Jadi Rontok

Orang yang bermasalah dengan ketombe juga kerap memiliki masalah rambut rontok. Sebetulnya, efek ketombe tidak secara langsung menyebabkan rambut rontok. Namun, seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, ketombe bisa menyebabkan kulit kepala terasa gatal. Saat kulit kepala jadi gatal, kamu pun bakal menggaruknya, kan?Nah, gerakan menggaruk inilah yang bisa berisiko merusak folikel rambut kamu sehingga menyebabkan kerontokan. Bahkan pada penderita androgenic alopecia, ketombe bisa meningkatkan risiko rambut rontok. Sebagai informasi, androgenic alopecia adalah kondisi ketika rambut seseorang botak hanya pada titik-titik tertentu.

Kulit Kepala Berminyak

Apakah kamu punya masalah rambut berminyak? Wah, bisa jadi ini disebabkan pula oleh efek ketombe. Saat rambut mengalami masalah ketombe, kulit kepala memang cenderung memproduksi minyak dalam jumlah berlebih. Akibatnya, rambut lepek dan berminyak. Selain membuat tidak nyaman, rambut yang berminyak dan lepek juga bisa mengganggu penampilan. Oleh sebab itu, pastikan kamu rajin mencuci rambut, ya.

Seborrheic Dermatitis

Munculnya ketombe sebetulnya bisa menjadi salah satu bentuk gejala dari kondisi lain yang lebih serius. Apabila ketombe tersebut tidak diobati, bisa jadi kamu bakal mengalami kondisi lain tersebut. Salah satunya adalah seborrheic dermatitis, yang bisa dibilang sebagai kondisi lebih serius dari rambut berketombe.

Seborrheic dermatitis erat kaitannya dengan Malassezia, jamur yang secara alami ada dalam kulit kepala. Ia memakan minyak yang biasanya dikeluarkan oleh folikel rambut. Malassezia sebetulnya bukan merupakan masalah. Namun, pada beberapa orang, Malassezia bersifat over reaktif sehingga menyebabkan kulit kepala iritasi dan memproduksi lebih banyak sel-sel kulit mati. Nah, sel-sel kulit mati yang keluar dan bercampur dengan minyak dari kulit kepala ini akan membentuk ketombe.

Psoriasis

Selain seborrheic dermatitis, efek ketombe yang lebih parah juga bisa menyebabkan psoriasis. Umumnya, penderita psoriasis mengalami peradangan pada kulit kepala. Tandanya adalah muncul ruam merah, kulit kering, bersisik, tebal, dan cenderung mudah terkelupas. Bahkan tidak hanya pada kulit kepala, psoriasis juga dapat menyebar hingga ke area kulit di bagian belakang telinga dan punggung kamu.

Walaupun merupakan salah satu masalah umum pada rambut dan kulit kepala, ketombe tetap harus diatasi dengan serius agar kamu tidak mengalami efek ketombe seperti di atas. Gunakan produk perawatan yang memang diformulasikan khusus untuk mengatasi ketombe, seperti Ketoconazole 2% dari Newman’s. Produk medicated shampoo ini bisa membantu menjaga kondisi kulit kepala kamu secara optimal sehingga munculnya ketombe pun dapat diminimalisir.

Keranjangmu masih kosong

Yuk diisi dengan produk-produk andalan kamu!