Rambut rontok?ย Klik disiniย untuk konsultasi gratis. Special discount 15% untuk pembelian 3 bulan!
Sex

Mengenal Anorgasmia, Kesulitan Orgasme – Penyebab dan Penanganan

anorgasmia pada pria
Facty

Sudah berlama-lama di ranjang bersama pasangan, namun tak kunjung orgasme? Jangan khawatir, hal tersebut biasa dialami siapa saja. Dalam dunia medis, kondisi itu biasa disebut anorgasmia. Umumnya, anorgasmia dialami oleh perempuan, namun laki-laki juga bisa mengalaminya. 

Anorgasmia biasanya terjadi pada pria berusia 50 tahun ke atas atau lanjut usia karena biasanya disebabkan karena hormon yang sudah berkurang. Namun pria muda juga ternyata bisa, lho mengidap anorgasmia. Hal ini bisa dipengaruhi oleh beberapa kondisi, bisa karena kondisi psikologis maupun kondisi fisik. Anorgasmia dibagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

Anorgasmia Primer

Anorgasmia Primer bisa terjadi pada semua pria, muda ataupun tua. Jenis ini terjadi karena ada satu gangguan dalam tubuh pria. Oleh karena itu, pria yang tidak pernah merasakan orgasme harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Anorgasmia Primer berbeda dengan disfungsi ereksi. Ketika mengalami kondisi tersebut, meskipun mampu seorang pria pria dapat mencapai ereksi dengan sempurna, biasanya mereka tetap tidak bisa merasakan orgasme.

Anorgamia Sekunder

Jenis ini biasanya sifatnya sementara, bisa dipengaruhi oleh kondisi psikologis seseorang. Penyebab anorgasmia sekunder ini bisa dikaitkan dengan stres, depresi, trauma, atau gangguan kesehatan mental lainnya. Biasanya, diperlukan rangsangan yang intens agar pria bisa mencapai puncak kepuasan dalam berhubungan seksual. Meski bersifat sementara, jika terus-menerus terjadi, hal ini diyakini bisa memengaruhi hubungan dengan pasangan. 

Penyebab Anorgasmia

Penyebab anorgasmia bisa dipengaruhi oleh kondisi fisik maupun penyakit yang sedang diidap seorang pria, seperti:

  • Alkohol
  • Efek obat penenang
  • CES (Cauda Equina Syndrome)
  • Komplikasi operasi genital
  • Gangguan endokrin yang memengaruhi keseimbangan kadar hormon
  • Testosteron rendah
  • Trauma pinggul, seperti cedera selangkangan atau perineal
  • Terapi radiasi prostat
  • Pengangkatan kelenjar prostat
  • Cedera saraf tulang belakang
  • Diabetes tipe 2

Sementara itu, untuk penyebab psikologis biasanya terjadi karena: 

  • Riwayat kekerasan seksual atau pemerkosaan
  • Rasa jenuh pada aktivitas seksual atau hubungan
  • Kelelahan dan stres atau depresi
  • Kurangnya pengetahuan mengenai fungsi seksual
  • Perasaan negatif terhadap seks

Penanganan Anorgasmia

Penanganan Anorgasmia tergantung pada penyebab gangguan ini muncul. Bisa karena fisik atau psikologis. Untuk mencari tahu hal tersebut, Kamu bisa konsultasikan ke dokter agar penanganannya lebih tepat. Jangan ragu untuk memberitahukannya ke pasangan Kamu. 

Beberapa cara yang mungkin dapat Kamu lakukan untuk menangani kondisi ini, yaitu:

  • Mengatasi kondisi medis penyebabnya
  • Mengganti pengobatan antidepresan
  • Melakukan terapi perilaku kognitif atau terapi seksual
  • Meningkatkan stimulasi klitoris selama masturbasi dan hubungan seksual.
  • Kalau masalahnya ada pada gangguan hormon, terapi bisa dilakukan agar kadar testosteron terjaga.
  • Menghentikan konsumsi alkohol dan melakukan gaya hidup sehat.
  • Gangguan psikis bisa diatasi dengan mencoba menghubungi psikiater.
  • Gangguan seperti diabetes diatasi dengan mengendalikan gula darah di dalam tubuh.

Pencegahan Anorgasmia

Apabila permasalahan ini terjadi karena kondisi sekunder atau karena psikologis, jangan pernah ragu untuk bercerita permasalahan Kamu kepada orang terdekat. Kebanyakan pasangan mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap hubungan seksual karena pengaruh TV atau film yang dilihat. 

Oleh karena itu, cobalah untuk mencari kebahagiaan bersama dengan pasangan. Selain itu, jangan terlalu berfokus hanya pada klimaks semata, karena hal ini malah akan memperburuk keadaan.

Keranjangmu masih kosong

Yuk diisi dengan produk-produk andalan kamu!